"when skill meet power..."

WeLCoMe to My RooM.......


Welcome... SelamaT DatanG... Sugeng Rawuh... 谢谢... 감사... Semoga BermanfaaT...

Rekapitulasi Transaksi Nasabah Bank Puntadewa (Tugas Audit perbankan & Perbankan Elektronik)


Bank Puntadewa
Rekapitulasi Transaksi Nasabah
Periode Maret 2010 (Dalam rupiah)


Rekapitulasi Saldo Nasabah


Atun

No. Rekening: P001
Tgl
SALDO
Bunga Harian
05 Maret 2010
10.000.000,00

08 Maret 2010
8.000.000,00
8.219,18
09 Maret 2010
11.000.000,00
2.191,78
10 Maret 2010
8.000.000,00
3.013,70
14 Maret 2010
12.000.000,00
8.767,12
15 Maret 2010
8.000.000,00
3.287,67
20 Maret 2010
10.000.000,00
10.958,94
31 Maret 2010

32.876,71

Jumlah
69.315,10

PPH 10%
6.931,51

i
62.383,59



Joko

No. Rekening: P002
Tgl
SALDO
Bunga Harian
01 Maret 2010
15.000.000,00

04 Maret 2010
19.000.000,00
12.328,77
08 Maret 2010
21.000.000,00
20.821,92
11 Maret 2010
18.000.000,00
17.260,27
12 Maret 2010
20.000.000,00
4.931,51
14 Maret 2010
16.000.000,00
10.958,90
19 Maret 2010
9.000.000,00
21.917,81
25 Maret 2010
7.000.000,00
14.794,52
28 Maret 2010
27.000.000,00
5.753,42
30 Maret 2010
37.000.000,00
14.794,52
31 Maret 2010

20.273,97

Jumlah
143.835,61

PPH 10%
14.383,56

i
129.452,05



Tuti

No. Rekening: P003
Tgl
SALDO
Bunga Harian
01 Maret 2010
20.000.000,00

04 Maret 2010
16.000.000,00
16.438,36
09 Maret 2010
13.000.000,00
21.917,81
11 Maret 2010
16.000.000,00
7.123,29
12 Maret 2010
14.000.000,00
4.383,56
18 Maret 2010
11.500.000,00
23.013,70
20 Maret 2010
9.500.000,00
6.301,37
25 Maret 2010
11.500.000,00
13.013,70
29 Maret 2010
161.500.000,00
12.602,74
31 Maret 2010

132.739,73

Jumlah
237.534,26

PPH 10%
23.753,43

i
213.780,83



Aming

No. Rekening: P004
Tgl
SALDO
Bunga Harian
02 Maret 2010
100.000.000,00

15 Maret 2010
150.000.000,00
356.164,38
21 Maret 2010
125.000.000,00
246.575,34
28 Maret 2010
305.000.000,00
239.726,03
29 Maret 2010
155.000.000,00
83.561,64
30 Maret 2010
145.000.000,00
42.465,75
31 Maret 2010

79.452,05

Jumlah
1.047.945,19

PPH 10%
104.794,52

i
943.150,67



Bank Puntadewa
Jurnal Umum
Per 31 Maret 2010

Tanggal
Keterangan
Debit
Kredit
01 Maret 2010
Kas
15.000.000


  OD Tabungan

15.000.000

OD Cis
15.000.000


  Tabungan Joko

15.000.000

Kas
20.000.000


  OD Tabungan

20.000.000

OD Cis
20.000.000


  Tabungan Tuti

20.000.000
02 Maret 2010
Kas
100.000.000


  OD Giro

100.000.000

OD Cis
100.000.000


  Giro Aming

100.000.000
04 Maret 2010
Tabungan Tuti
4.000.000


  Tabungan Joko

4.000.000
05 Maret 2010
Kas
10.000.000


  OD Giro

10.000.000

OD Cis
10.000.000


  Tabungan Atun

10.000.000
08 Maret 2010
Tabungan Atun
2.000.000


  Tabungan Joko

2.000.000
09 Maret 2010
Tabungan Tuti
3.000.000


  Tabungan Joko

3.000.000
10 Maret 2010
Tabungan Atun
3.000.000


  OD CIS

3.000.000

OD Tabungan
3.000.000


  Kas

3.000.000
11 Maret 2010
Tabungan Joko
3.000.000


  Tabungan Tuti

3.000.000
12 Maret 2010
Tabungan Tuti
2.000.000


  Tabungan Joko

2.000.000
14 Maret 2010
Tabungan Joko
4.000.000


  Tabungan Atun

4.000.000
15 Maret 2010
Tabungan Atun
4.000.000


  OD CIS

4.000.000

OD Tabungan
4.000.000


  Kas

4.000.000

Kas
50.000.000


  OD Giro

50.000.000

OD Cis
50.000.000


  Giro Aming

50.000.000
18 Maret 2010
Tabungan Tuti
2.500.000


  OD CIS

2.500.000

OD Tabungan
2.500.000


  Kas

2.500.000
19 Maret 2010
Tabungan Joko
7.000.000


  OD CIS

7.000.000

OD Tabungan
7.000.000


  Kas

7.000.000
20 Maret 2010
Tabungan Tuti
2.000.000


  Tabungan Atun

2.000.000
21 Maret 2010
Giro Aming
25.000.000


  OD CIS

25.000.000

OD Giro
25.000.000


  Kas

25.000.000
25 Maret 2010
Tabungan Joko
2.000.000


  Tabungan Tuti

2.000.000
28 Maret 2010
Giro Aming
20.000.000


  OD Tabungan

20.000.000

OD Giro
20.000.000


  Tabungan Joko

20.000.000

Kas
200.000.000


  OD Giro

200.000.000

OD CIS
200.000.000


  Giro Aming

200.000.000
29 Maret 2010
Giro Aming
150.000.000


  OD Tabungan

150.000.000

OD Giro
150.000.000


  Tabungan Tuti

150.000.000
30 Maret 2010
Giro Aming
10.000.000


  OD Tabungan

10.000.000

OD Giro
10.000.000


  Tabungan Joko

10.000.000
31 Maret 2010
Biaya bunga tabungan
62.383,59


  OD Tabungan

62.383,59

OD Treasury
62.383,59


  Tabungan Atun

62.383,59

Biaya bunga tabungan
129.452,05


  OD Tabungan

129.452,05

OD Treasury
129.452,05


  Tabungan Joko

129.452,05

Biaya bunga tabungan
213.780,83


  OD Tabungan

213.780,83

OD Treasury
213.780,83


  Tabungan Tuti

213.780,83

Biaya bunga Giro
943.150,68


  OD Giro

943.150,68

OD Treasury
943.150,68


  Giro Aming

943.150,68
Keterangan:



OD = Offside Departemen





Bank Puntadewa
Buku Besar
Per 31 Maret 2010

Kas



No. Ref
Tgl
Nasabah
Debet
Kredit

01/03/10
P002
15.000.000


01/03/10
P003
20.000.000


02/03/10
P004
100.000.000


05/03/10
P001
10.000.000


10/03/10
P001

   3.000.000

15/03/10
P004
    50.000.000


15/03/10
P001

4.000.000

18/03/10
P003

      2.500.000

19/03/10
P002

7.000.000

21/03/10
P001

25.000.000

28/03/10
P004
200.000.000

Saldo
353.500.000






Tabungan



No. Ref
Tgl
Nasabah
Debet
Kredit

01/03/10
P002

15.000.000

01/03/10
P003

20.000.000

04/03/10
P003
    4.000.000


04/03/10
P002

4.000.000

05/03/10
P001

10.000.000

08/03/10
P001
  2.000.000


08/03/10
P002

     2.000.000

09/03/10
P003
   3.000.000


09/03/10
P001

      3.000.000

10/03/10
P001
3.000.000


11/03/10
P002
3.000.000


11/03/10
P003

3.000.000

12/03/10
P003
2.000.000


12/03/10
P002

2.000.000

14/03/10
P002
4.000.000


14/03/10
P001

4.000.000

15/03/10
P001
    4.000.000


18/03/10
P003
2.500.000


19/03/10
P002
7.000.000


20/03/10
P003
2.000.000


20/03/10
P001

2.000.000

25/03/10
P002
    2.000.000


25/03/10
P003

2.000.000

28/03/10
P002

20.000.000

29/03/10
P003

150.000.000

30/03/10
P002

10.000.000
Saldo

   208.500.000
Penyesuaian tabungan

31/03/10
P001

62.384

31/03/10
P002

129.452

31/03/10
P003

213.781










Saldo

405.616


Giro



No. Ref
Tgl
Nasabah
Debet
Kredit

02/03/10
P004

 100.000.000

15/03/10
P004

50.000.000

28/03/10
P004

200.000.000

21/03/10
P001
25.000.000


28/03/10
P002
20.000.000


29/03/10
P003
150.000.000


30/03/10
P002
10.000.000






Saldo

145.000.000


Utang PPH



No. Ref
Tgl
Keterangan
Debet
Kredit

31/03/10
Utang pph P001

62.384

31/03/10
Utang pph P002

14.384

31/03/10
Utang pph P003

23.753

31/03/10
Utang pph P004

943.151










Saldo

1.043.671


Biaya Bunga



No. Ref
Tgl
Keterangan
Debet
Kredit

31/03/10
Biaya bunga P001
 69.315


31/03/10
Biaya bunga P002
143.836


31/03/10
Biaya bunga P003
237.534


31/03/10
Biaya bunga P004
1.047.945











Saldo
 1.498.630




Bank Puntadewa
Neraca
Per 31 Maret 2010


Aktiva

Saldo
Pasiva

Saldo
Kas

 Rp353.500.000
Giro

 Rp145.000.000



Tabungan
 Rp208.500.000
























Saldo

 Rp353.500.000
Saldo

 Rp353.500.000

Cost Of Fund......


Cost of Fund adalah biaya untuk memperoleh simpanan setelah ditambah dengan cadangan wajib yang ditentukan oleh pemerintah. Perhitungan dana sangat dibutuhkan sebelum menentukan harga produk perbankan.

Sumber Dana Bank (Cost Of Fund):
  1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri : modal sendiri, yaitu setoran modal dari para pemilik atau bank   mengeluarkan atau menjual saham baru kepada pemilik baru atau cadangan-cadangan laba yang belum digunakan
  2. Dana yang berasal dari masyarakat luas : Simpanan tabungan, rekening giro, deposito
  3. Dana yang bersumber dari lembaga lain : Kredit likuiditas dari Bank Indonesia, Pinjaman antar bank, Pinjaman dari bank-bank luar negeri, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).






Pendekatan Alokasi  Dana Bank ada 2, yaitu:
    Slide 51. Pool of Funds Approach,  
     tidak memperhatikan sumber dana (sifat, jk.wkt., biaya perolehan).
     Kelebihan: perhitungan biaya sederhana dan pengelolaan tidak rumit.
     Kekurangan: tidak mempertimbangkan resiko likuiditas, dapat mengurangi perolehan laba dari operasinya, dll.
    Slide 5
    2. Assets Allocation Approach.
    Kelebihan : menekankan pada likuiditas, dapat memperoleh profit yang lebih tinggi.
    Kekurangan : pengelolaan menjadi lebih kompleks karena mempertimbangkan resiko likuiditas, dll.

Terdapat tiga metode yang dapat dilakukan dalam menghitung biaya dana bank
1. Metode pertama adalah histotical average
menjumlahkan total biaya yang berkaitan dengan penghimpunan dana lantas dibagi atau per total dana yang dihimpun. Ini berarti akan akurat jika interest rate konstan. Juga itu berarti biaya dana dihitung dengan mengalikan interest rate pada jumlah setiap dana. Sehingga terpikir dan terasakan metode demikian relevan untuk sebagai tindakan evaluasi kondisi biaya dana masa silam.
2. Metode Weight average cost pun
masing-masing jumlah dana yang berbiaya sesuai prosentase komposisi sumber dana.
3. Metode biaya dana marginal
biaya atas penambahan dana-dana baru dalam struktur sumber dana. dalam perhitungaan diasumsikan bahwa semua dana yang dibutuhkan diperoleh dari satu sumber. (2)

Pentingnya Manajemen Dana
• FINANCIAL INTERMEDIARY INSTITUTION(lembaga yang mentransfer dana)
• CONFLIC OF INTEREST(konflik kepentingan)
• PRUDENT BANKING(prinsip kehati-hatian)
• LOANABLE FUND(jumlah dana yang layak dioperasikan)

Alokasi penggunaan dana dapat ditemukan di Aktiva dengan struktur yang berdasarkan likuiditasnya. Dana yang tersedia sendiri di bbedakan menjadi 2,  yaitu loanable fund dan unloanable fund.

Loanable fund : 
  •  Legal Reserve Requirement 
  • Jumlah kas minimal yang harus tersedia 
  • Working Capital / cadangan operasi lainnya 
Unloanable Fund : 
  • Idle Fund 
  • Operable Fund Klasifikasi dari penggunaan dana ini sangat diperlukan untuk menghitung biaya dana yang harus dikeluarkan Bank (Cost of Fund). 
Perhitungan Cost of Fund secara umum dibagi menjadi 4 :
1. COF (Cost of Mixed Fund)
    Biaya Bunga / Total Dana Masyarakat * 100%
2. COM (Cost of Money)
    (Biaya Bunga + Biaya Operasional Lainnya) / Total Dana Masyarakat * 100%
3. COL (Cost of Loanable Fund)
    (Biaya Bunga + Biaya Operasional Lainnya) / (Total Dana Masyarakat – Unloanable Fund) * 100%
4. COP (Cost of Operable Fund)
    (Biaya Bunga + Biaya Operasional Lainnya) / Total Aktiva Produktif * 100%
Secara matematis, hasil dari keempat perhitungan di atas semakin kearah COP akan menjadi semakin besar.

Sumber utama dana bank berasal dari simpanan dalam bentuk giro, deposito berjangka, dan tabungan. Ketiga jenis dana ini sering disebut sebagai sumber dana tradisional bank. Sumber-sumber dana bank dalam bentuk simpanan tersebut dapat berasal dari masyarakat maupun dari nasabah institusi. Di samping itu, sumber dana bank dapat pula berasal dari modal dan sumber lainnya yang tidak termasuk dari kedua sumber tersebut di atas.

1. Giro
Giro atau demand deposit sering juga disebut checking account adalah simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan cara pemindahbukuan. Karena sifat penarikannya yang dapat dilakukan setiap saat tersebut, maka giro-giro ini merupakan sumber dana yang sangat labil bagi bank. Bagi pihak nasabah, rekening giro dengan sifat penarikannya tersebut akan sangat membantu dan merupakan alat pembayaran yang lebih efisien bagi nasabah untuk memperlancar kegiatan bisnisnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap pemilik rekening giro (giran) diberikan buku cek dan bilyet giro sebagai instrumen untuk melakukan penarikan dana atau pembayaran suatu transaksi. Namun cek dan BG bukanlah suatu legal ledger atau alat pembayaran yang sah yang wajib diterima umum. Cek dapat digunakan untuk suatu pembayaran transaksi secara tunai, cek dapat ditarik atau unjuk atau atas nama, dan tidak dapat dibatalkan oleh penarik kecuali cek tersebut dinyatakan hilang atau dicuri dengan ada laporan kepolisian. Sedangkan BG pada dasarnya merupakan perintah kepada bank untuk memindahbukukan sejumlah tertentu uang atas beban rekening penarik, pada tanggal yang ditentukan, kepada pihak yang tercantum dalam warkat bilyet giro tersebut.
Terhadap saldo yang ada pada rekening giro, bank memberikan imbalan yang disebut dengan jasa giro. Jasa giro pada prinsipnya merupakan bunga yang diberikan bank kepada giran atas sejumlah saldo gironya. Tingkat bunga relatif kecil dibandingkan dengan jenis simpanan lainnya. Perhitungan jasa giro masing-masing bank menggunakan cara yang berbeda. Cara perhitungan jasa giro yang umum digunakan oleh bank antara lain berdasarkan saldo harian dan saldo rata-rata per bulan. Pemberian jasa giro tersebut biasanya dibatasi pada jumlah saldo minimum yang ditetapkan oleh bank. Misalnya, saldo giro sampai dengan Rp. 5 juta tidak diberikan jasa giro. Semakin besar jumlah saldo giro efektif, semakin besar pula persentase jasa giro yang diberikan.

2. Deposito Berjangka
Deposito berjangka (time deposit) adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank. Sumber dana ini memiliki ciri-ciri pokok, yaitu jangka waktu penarikannya tetap, oleh karena itu sering disebut fixed deposit yang umumnya memiliki jangka waktu jatuh tempo 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan. Deposito berjangka ini hanya dapat ditarik atau diuangkan pada saat jatuh temponya oleh pihak yang namanya tercantum dalam bilyet deposito. Oleh karena itu, deposito merupakan simpanan atas nama. Apabila deposito ditarik sebelum jangka waktu jatuh tempo, maka bank akan mengenakan penalti kepada deposan dan hak pendapatan bunga tidak diperhitungkan oleh bank atas deposito berjangka tersebut. Deposito dapat diperpanjang secara otomatis (otomatic rollover) atas permintaan nasabah.
Di sisi bank, sumber dana deposito berjangka ini digolongkan sebagai dana mahal dibandingkan sumber dana lainnya. Namun, keuntungannya bagi bank adalah penyediaan likuiditas untuk kebutuhan penarikan dana ini hampir dapat diprediksi secara akurat. Jenis simpanan dalam bentuk deposito berjangka lebih disenangi oleh nasabah atau masyarakat karena menawarkan tingkat bunga yang relatif lebih tinggi dibanding giro atau jenis simpanan lainnya.

3. Tabungan
Tabungan (savings deposit) adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek atau alat yang dipersamakan dengan itu. Produk-produk tabungan oleh perbankan sangat bervariasi, hal ini disebabkan karena diberikannya kebebasan perbankan untuk menyelenggarakan program tabungan sendiri. Di samping itu, ketatnya persaingan antar bank dalam penghimpunan dana melalui mobilisasi tabungan menyebabkan bank dipaksa untuk menciptakan jenis program tabungan yang lebih bervariasi di samping juga memberikan tingkat bunga dan hadiah-hadiah yang cukup menarik. Misalnya, produk gabungan antara rekening giro dan tabungan. nasabah yang ingin memanfaatkan fasilitas simpanan ini di samping memiliki rekening giro harus pula membuka rekening tabungan pada bank yang sama. Fasilitas ini memungkinkan nasabah menikmati bunga yang lebih tinggi yaitu bunga tabungan sementara tetap dapat memanfaatkan rekening gironya.
Biaya dana yang berasal dari tabungan ini dapat digolongkan sebagai dana yang relatif mahal, lebih tinggi dari jasa giro namun lebih rendah dari bunga deposito berjangka. Perhitungan bunga atas sumber dana tabungan ini dapat dilakukan dengan berdasarkan saldo harian, saldo rata-rata, atau saldo terendah dari tabungan.

"Perbedaan Windows XP, Vista, Windows 7 & Linux"

Ada banyak persamaan dan ada pula banyak perbedaan antara Linux dan Windows.
Berikut ini beberapa perbedaan yang ada di Linux dan Windows.
1. User Interface
Di Windows, Kita tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 Kita hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Kita sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena Kita bisa berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan.
Di Linux, kita bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat Kita sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja. Misalnya, pada komputer yang lambat kita bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox.
Atau jika Kita menyukai gaya Mac, Kita bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika Kita terbiasa di Windows dan memiliki komputer yang cukup cepat, Kita bisa memilih desktop KDE.
Dengan KDE, Kita masih bisa memilih untuk menggunakan gaya Windows XP ataupun Windows Vista. Pilihan dan variasinya sangat banyak di Linux, Kita bisa mengatur sesuai dengan favorit Kita.
2. Sekuriti dan Virus
Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering Kita temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyak virus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar.
Sekalipun tidak sepenting di Windows, Kita tetap bisa menemukan program-program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools > KlamAV.
3. Spyware
Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan data Kita ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing.
Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu kredit, dan tindakan negatif lainnya.
Tidak banyak program spyware yang menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus. PCLinux telah menyediakan pre-instal Firewall untuk melindungi sistem Kita dan bisa diaktifkan melalui PCLinux Control Panel.
Instalasi dan Kelengkapan Program
Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin Kita hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.
Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux disertai dengan banyak program didalamnya. Setelah diinstal, Kita akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program. Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.
Dengan waktu instalasi yang hampir sama, Kita bukan hanya mendapatkan suatu sistem operasi tetapi juga semua program yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari di Linux.
4. Konfigurasi Sistem
Kita mungkin sering mendengar di Linux Kita perlu menyunting file secara manual melalui command line. Sebagian berita ini benar, tetapi dengan PCLINUX Control Center konfigurasi sistem bisa Kita lakukan semudah point n click. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang sudah siap pakai. Sebagai contoh, browser Internet telah disertai dengan sejumlah plug-ins. Tidak perlu men-download dan menginstal plug-ins flash ataupun yang lainnya.
5. Hardware Support
Kita sering mendengar suatu hardware tidak bekerja di Linux. Hal ini terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.
6. Menangani Crash
Linux secara umum terlihat sebagai sistem operasi yang stabil. Dan jika Kita membandingkan Linux dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Windows XP – jika Kita mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik – akan cukup stabil.
Dan seperti halnya dengan Windows, suatu saat Kita juga akan menemui masalah di Linux. Sekalipun jarang, tetapi program yang crash atau hang bisa saja terjadi. Ini adalah suatu fakta dari kehidupan di dunia komputer.
Sekalipun demikian ada beberapa perbedaan di Windows dan Linux. Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Kita dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan Kita dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah.
Dan jika sistem grafis yang terkunci, Kita bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Kita juga mempunyai pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti Kita tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.
7. Partisi Harddisk
Linux tidak mengenal penamaan drive C: untuk suatu partisi. Semua drive disatukan dalam suatu sistem penyimpanan yang besar. Folder /mnt merupakan tempat untuk Kita mengakses semua media yang ada di komputer, baik partisi lain, CD-ROM, Floppy, ataupun FlashDisk.
Belakangan KDE telah memperudah akses ke media dengan menyediakan sistem Storage Media yang dapat diakses melalui My Computer ataupun file manager Konqueror.
8. Penamaan File
Linux menggunakan “/” untuk memisahkan folder dan bukannya “\” yang biasa digunakan DOS/Windows. Linux bersifat case-sensitive, ini berarti file “Hello.txt” berbeda dengan file “hello.txt”. Linux juga tidak terlalu memperhatikan ekstensi file. Jika Kita mengubah nama file “Hello.txt” menjadi “Hello”, Linux masih tetap mengetahui bahwa file ini adalah suatu teks. Dan ketika Kita mengklik file “Hello”, Linux secara otomatis tetap akan membuka program editor teks.
9. Kemudahan dan Keamanan
Kita mungkin sudah mengetahui, bahwa sebagai user biasa (bukan Root) Kita tidak bisa menulis file di sembarang folder. User biasa hanya memiliki akses tulis di folder home mereka. Sebagai user biasa, Kita tidak akan bisa mengubah bagian penting dari sistem Linux. Ini memang terkesan terlalu membatasi dan merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih aman, karena hanya orang tertentu yang mempunyai akses Root saja yang bisa menyentuh sistem. Bahkan viruspun tidak bisa dengan mudah menyentuh sistem Linux. Itu sebabnya Kita tidak banyak mendengar adanya virus di Linux.
Hal ini berbeda jauh dengan Windows yang sangat rentan dengan virus. Ini terjadi karena user biasa di Windows juga sekaligus mempunyai hak sebagai administrator. Kebanyakan pemakai Windows tidak mengetahui hal ini, sehingga sistem mereka sangat rentan dengan serangan virus. Windows Vista sekarang telah mengadopsi sistem sekuriti Linux ini.
10. Defragment
Di Linux Kita tidak akan menemukan program untuk men-defrag harddisk. Kita tidak perlu melakukan defragment di harddisk Linux! Sistem file Linux yang menangani ini secara otomatis. Namun jika harddisk Kita sudah terisi sampai 99% Kita akan mendapatkan masalah kecepatan. Pastikan Kita memiliki cukup ruang supaya Linux menangani sistemnya dan Kita tidak akan pernah mendapatkan masalah deframentasi.
11. Sistem File

Windows mempunyai dua sistem file. FAT (dari DOS dan Windows 9x) dan NTFS (dari Windows NT/2000/XP). Kita bisa membaca dan bahkan menyimpan file di sistem FAT dan NTFS milik Windows. Hal ini tidak berlaku sebaliknya, Windows tidak akan bisa membaca atau menyimpan file di sistem Linux.
Seperti halnya Windows, Linux memiliki beberapa macam file sistem, diantaranya ReiserFS atau Ext3. Sistem ini dalam beberapa hal lebih bagus dari FAT atau NTFS milik Windows karena mengimplementasikan suatu tehnik yang disebut journaling. Jurnal ini menyimpan catatan tentang sistem file. Saat sistem Linux crash, kegiatan jurnal akan diselesaikan setelah proses reboot dan semua file di harddisk akan tetap berjalan lancar.
Berikut ini adalah perbedaan mendasar WINDOWS 7 dengan versi-versi sebelumnya :
1. GADGET
Di WINDOWS 7, hampir mirip seperti VISTA, untuk memunculkan gadget harus melakukannya secara manual. Yaitu dengan klik kanan desktop dan pilih Gadgets. pilih gadget yang diinginkan, dan gadget akan muncul di sebelah kanan desktop. Misalnya saja jam, kalender, slide show foto, dan lain sebagainya.
2. Display Settings
Di WINDOWS 7 ada fitur ORIENTATION yang bisa memutar-mutar layar menjadi portrait atau landscape. Bahkan jika kompi anda mendukung, akan muncul opsi koneksi ke proyektor. Seperti computer yang display VGA ne memakai intel. Jadi layar atau tampilan bisa di putar – putar
3. Windows Experience Index ( WEI )
WEI memang terus meningkat sesuai dengan perkembangan hardware ke depan.Di WINDOWS 7 saja,range nilai WEI ditingkatkan menjadi 1.0-7.9. Bukan tidak mungkin jika di versi berikutnya, range nilai WEI menjadi lebih besar.
4. Calculator
Jika di Windows sebelumnya calculator hanya ada 2 mode yaitu biasa atau scientific, tetapi di WINDOWS 7, ada dua tambahan mode lagi, yaitu programmer dan statistic. Bahkan disediakan template untuk perhitungan konsumsi bahan bakar, dan pinjaman.
5. Interface Ribbon
Kalo sudah make OFFICE 2007 pasti sudah ga asing lagy dengan fasilitas ribbon. Di WINDOWS 7, ribbon juga dihadirkan pada kedua aplikasi standar, Paint dan Wordpad. Khusus untuk Wordpad, sekilas tampilannya mirip dengan Word 2007. Sangat berbeda sekali dari Wordpad versi-versi sebelumnya.
6. PowerShell
PowerShell adalah Command Prompt yang bener dirombak abis, jadi kita terbebas dari batch script yang dimiliki DOS. PowerShell di WINDOWS 7 sudah terintegrasi langsung, jadi kita tidak harus mendownloadnya terlebih dahulu seperti pada versi-versi windows sebelumnya.PowerShell tersedia dalam dua jenis, yaitu Windows PowerShell V2 ISE ( Integrated Scripting Environment ) dan Windows PowerShell V2. Bedanya, pada PowerShell V2 ISE disertakan GUI dan menyediakan debugger, syntax highlight , dan fiutr tab
7. Koneksi Wireless yang Lebih Mudah
Koneksi wireless di Windows 7 cukup dilkakukan dengan satu kali klik saja, karena sudah tersedia ikon koneksi yang simpel dan efektif.
8. HomeGroup
HomeGroup adalah teknologi untuk sharing di jaringan, dan menyediakan tiga fungsi dasar. pertama, HomeGroup akan mengidentifikasi dan menghubungkan diri dengan lainnya pada home network. kedua, HomeGroup mengizinkan kita untuk memutuskan apa yang akan disharing dengan user lain. ketiga, HomeGroup mengizinkan kita untuk melihat dan mengakses resource yang disharing oleh PC lain di dalam HomeGroup. HomeGroup juga menyediakan password bagi PC lain yang akan bergabung di dalamnya. Password tersebut dihasilkan secara otomatis oleh Windows.
Selanjutnya adalah cara mengkoneksikan 2 komputer ( peer 2 Peer )
Jenis koneksi komputer yang secara umum di dukung oleh System-system Operasi versi terakhir saat ini ada 3 jenis yaitu:
- Infrared Connection – yaitu komputer-komputer yg akan di koneksikan harus mempunyai port infrared (IR), koneksi jenis ini banyak di manfaatkan oleh para pengguna komputer Laptop di mana umumnya laptop di dalamnya sudah terpasang port(IR).
- Direct Cable Connection – yaitu memanfaatkan port serial atau paralel yang ada di hampir semua komputer memakai kabel paralel atau serial. koneksi jenis ini jaman sekarang sudah jarang sekali di pakai.
- Ethernet – yaitu menggunakan Ethernet Card yang di pasang dan di install di PC serta kabel UTP sebagai perantara nya, Jenis koneksi yang inilah yang paling populer dan paling banyak di gunakan di mana-mana dari tingkat jaringan kecil sampai jaringan besar. ini yang akan saya bahas di sini.
Secara singkat dan simple-nya untuk menghubungkan 2 komputer atau membuat suatu jaringan komputer kecil atau besar ada 2 hal pokok yang perlu di lakukan:
- Pertama menyiapkan perangkat penghubung koneksi seperti : kabel UTP, Hub atau switch, Router (bila di perlukan),…
- Kedua memberikan alamat TCP/IP di setiap Ethernet Card PC yang akan di hubungkan,
MENYIAPKAN PERANGKAT PENGHUBUNG
Menghubungkan 2 komputer langsung tanpa menggunakan hub atau switch dapat dengan mudah dilakukan dengan menyiapkan kabel UTP yang di pasang Connector RJ45 dengan susunan kabel cross, yang merupakan lawan dari kabel straight-through deng urutan sebagai berikut:
STRAIGHT
—————————
Kabel 1 Oranye – garis putih
Kabel 2 Oranye
Kabel 3 Hijau – garis putih
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru – garis putih
Kabel 6 Hijau
Kabel 7 Coklat – garis putih
Kabel 8 Coklat
—————————
CROSS
—————————
Kabel1 Hijau – garis putih
Kabel 2 Hijau
Kabel 3 Oranye – garis putih
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru – garis putih
Kabel 6 Oranye
Kabel 7 Coklat – garis putih
Kabel 8 Coklat
—————————
Kabel cross berbeda dengan kabel straight-through karena salah satu ujung yang memancarkandan menerima ditukar. Komputer yang terhubung ke hub biasanya menggunakan kabelstraight-through,
Jadi ujung pertama urutan standart (straight) dan pada ujung lainnya kabel pada urutan 1 ditukar 3, dan pada urutan 2 di tukar 6
Kabel 1 Menjadi 3
Kabel 2 Menjadi 6
Kabel 3 Menjadi 1
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru – garis putih
Kabel 6 Menjadi 3
Kabel 7 Coklat – garis putih
Kabel 8 Coklat
Bila susunan kabel yang di perlukan sudah siap maka tinggal memasukan ke connector RJ45lalu di tekan dengan Crimp Tool…
MEMBERIKAN ALAMAT TCP/IP
Sebelum memberikan alamat TCP/IP tentu terlebih dahulu harus di pastikan Ethernet Card atau banyak juga menyebut LAN Card harus sudah terpasang dan ter-install Driver-nya di tiap PC yang akan di hubungkan. Mainboard generasi sekarang kebanyakan sudah ada Onboard Ethernet Card nya, bila belum ada bisa di beli dan di pasang serta di install Driver-nya.
Untuk memberi TCP/IP sekarang kita ambil contoh pada konfigurasi menggunakan Win xp,untuk OS lain nya kurang lebih juga sama, yang penting kan logika-nya…!Klik -> start –> Setting –> Network Connections –> klik-kanan Local are Connections–>Properties –> pada jendela Local are Connections Properties : pilih –> Internet Protocol(TCP/IP) –>klik Tab Properties –> lalu pilih : Use the following IP address –>lalu isikan IP address kelas C,
Seperti gambar di atas IP address PC utama/Server adalah:
IP address:
192.168.0.1 (IP default dari OS Windows)
Subnet mask
255.255.255.0
default gateway:–di kosongkan aja untuk tahap ini–
IP address PC lain/client nya adalah:
IP address:
192.168.0.1 (IP default dari OS Windows)
Subnet mask
255.255.255.0
default gateway
192.168.0.1 ( Boleh juga di tidak di isi ,IP dari PC utama yang nantinya berguna untuk sharing internet)
Ok..sampai tahap ini bila kabel UTP dengan susunan Cross tadi sudah terpasang RJ45 sekarang tinggal mengetes koneksi, yaitu memasukan ujung-ujung Connector RJ45 ke masing-masing Ethernet Card di PC, lalu bisa di tes dengan cara menge-Ping nya dari menu Run–>klik–>Start–> Run–> ketik –>ping 192.168.0.1 (IP PC utama, yang di ping dari PC lainnya, atau kebalikannya), bila “Reply” maka koneksi “Sukses”…..atau bisa juga di tes langsung melalui Sharing Files, Drive atau Folder…cara untuk sharing ini tentu mudah tinggal –>klik-kanan pada Drive atau folder yang akan di sharing–>Sharing and Security–>lalu pilih Options Sharing.

sumber : http://www.indogamers.com

Manajemen Perkreditan..(part1)

1.Latar Belakang
Dengan semakin berkembangnya suatu kegiatan perekonomian atau perkembangan suatu kegiatan usaha dari suatu perusahaan, maka akan dirasakan perlu adanya sumber-sumber untuk penyediaan dana guna membiayai kegiatan usaha yang semakin berkembang tersebut
Oleh karena itu hubungan antara pertumbuhan suatu kegiatan perekonomian ataupun pertumbuhan dengan suatu kegiatan usaha dari perusahaan dengan eksistensi perkreditan mempunyai koefisien korelasi yang sangat erat, baik bersifat negatif maupun dalam sifatnya yang positif.
Sedangkan apabila ditinjau dari sisi yang lain yaitu dari sudut pandangan perbankan atau lembaga keuangan yang menyediakan sumber dana yang berbentuk perkreditan tersebut, maka kredit akan mempunyai suatu kedudukan yang sangat istimewa, terutama pada negara-negara yang sedang berkembang sebab antara volume permintaan akan dana jauh lebih besar dari penawaran dana yang ada dimasyarakat.
Sektor perkreditan tetap merupakan kegiatan yang penting dari suatu industri perbankan baik di negara-negara yang sedang berkembang maupun pada negara-negara yang telah maju, karena “kredit” sebagai salah satu sumber dana yang penting dari setiap jenis kegiatan usaha dapat diibaratkan sebagai darah bagi makhluk hidup.
1.1.Pengertian, Tujuan dan Fungsi Kredit
1.2.1. Pengertian Kredit
Pemberian kredit merupakan salah satu bentuk usaha yang dapat dilakukan oleh sebuah bank.berdasarkan UU No. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan, yang dimaksud dengan kredit adalah ‘penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga’. Menurut Undang-undang tersebut, penyediaan dana untuk nasabahnya tidak hanya bisa dalam bentuk kredit. Penyediaan dana tersebut dapat juga berupa penyediaan pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, seperti trercantum dalam pasal 1 UU No. 10 tahun 1998. Penyaluran dana dalam bentuk kredit ini biasanya mendominasi sebagian besar pengalokasian dana bank.
1.2.2.Tujuan Kredit
Tujuan kredit adalah :
1.Mencari keuntungan
Bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah.
2.Membantu usaha nasabah
Dana investasi maupun dana untuk modal kerja, maka pihak debitur dapat mengembangkan dan memperluas usahanya.
3.membantu pemerintah
semakin banyak kredit yang disalurkan berarti adanya peningkatan pembangunan diberbagai sektor.
1.2.3.Fungsi Kredit
Fungsi-fungsi kredit dalam garis besar besarnya adalah sebagai berikut :
1.kredit dapat meningkatkan daya guna (utility) dari uang.
2.Kredit dapat meningkatkan daya guna (utility) dari barang.
3.Kredit meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.
4.Kredit adalah salah satu alat stabilisasi ekonomi.
5.Kredit menimbulkan kegairahan berusaha masyarakat.
6.Kredit adalah jembatan untuk meningkatkan pendapatan nasional.
7.Kredit adalah juga sebagai alat hubungan ekonomi internasional.

PEMBAHASAN
2.1.Macam dan Jenis Kredit
Pada prinsipnya, kredit itu Cuma satu macam saja, yaitu uang bank yang dipimjamkan kepada nasabah dan akan dikembalikan pada suatu waktu tertentu di masa mendatang, disertai dengan suatu kontra prestasi berupa bunga. Tetapi berdasarkan berbagai keperluan usaha serta berbagai unsur ekonomi yang mempengaruhi bidang usaha para nasabah, maka jenis kredit menjadi beragam, yaitu berdasarkan : sifat penggunaan, keperluan, jangka waktu, cara pemakaian dan jaminan atas kredit-kredt yang diberikan bank.
Jenis kredit-kredit tersebut akan diuraikan sebagai berikut :
A. Jenis kredit menurut sifat penggunaan, adalah :
1.Kredit Konsumtif.
Kredit ini digunakan oleh peminjam untuk keperluan konsumsi, artinya uang kredit akan habis dipergunakan atau semua akan terpakai untuk memenuhi kebutuhannya.
2.Kredit Produktif.
Kredit ini ditujukan untuk keperluan produksi dalam arti luas. Kredit produktif digunakan untuk peningkatan usaha baik usaha-usaha produksi, perdagangan maupun investasi.
B.Jenis kredit menurut keperluannya, adalah :
1.Kredit Produksi / eksploitasi.
Kredit ini diperlukan perusahaan untuk meningkatkan produksi baik peningkatan kuantitatif, yaitu jumlah hasil produksi maupun peningkatan kualitatif yaitu peningkatan kualitas / mutu hasil produksi.
2. Kredit Perdagangan.
Kredit ini dipergunakan untuk keperluan perdagangan pada umumnya yang berarti peningkatan utility of place dari sesuatu barang.
3. Kredit Investasi.
Kredit investasi ini diberikan oleh bank kepada para pengusaha untuk keperluan investasi.
C.Macam kredit menurut jangka waktu, adalah :
1.Kredit jangka pendek.
Yaitu kredit yang berjangka waktu selama-lamanya 1 tahun. Jadi pemakaian kredit itu tidak melebihi 1 tahun.
2. Kredit jangka menengah.
Yaitu kredit yang berjangka antara 1 sampai dengan 3 tahun.
3. Kredit jangka panjang.
Yaitu kredit yang berjangka melebihi 3 tahun.
D. macam / jenis kredit menurut cara pemakaian, adalah :
1. Kredit Rekening Koran Bebas.
Debitur menerima seluruh kreditnya dalam bentuk rekening koran dan kepadanya diberikan blanko cek dan rekening koran pinjamannya di isi menurut besarnya kredit yang diberikan (maksimum kredit yang ditetapkan). Debitur atau nasabah bebas melakukan penarikan-penarikan ke dalam rekening bersangkutan selama kredit berjalan.
2.Kredit Rekening Koran Terbatas.
Dalam sistem ini terdapat suatu pembatasan tertentu bagi nasabah dalam melakukan penarikan-penarikan uang via rekeningnya.
3.Kredit Rekening Koran Aflopend.
Penarikan kredit dilakukan sekaligus dalam arti kata seluruh maksimum kredit pada waktu penarikan pertama telah sepenuhnya dipergunakan oleh nasabah.
4.Revolving credit.
Sistem penarikan kredit sama dengan cara Rekening Koran Bebas dengan masa penggunaannya 1 tahun. Akan tetapi cara pemakaiannya berbeda.
E. Macam kredit menurut jaminannya, adalah :
1.Unsecured Loans.
Yaitu kredit yang diberikan” tanpa jaminan” . Dalam dunia perbankan di Indonesia bentuk ini belum lazim dan malahan dilarang oleh Bank Sentral.
2.Secured Loans.
Jenis seperti inilah yang digunakan oleh seluruh bank di Indonesia tentang pemberian kredit tanpa jaminan.
2.2. Prinsip-prinsip Perkreditan.
Untuk dapat melaksanakan kegiatan perkreditan secara sehat telah dikenal adanya prinsip 5C.
Kelima prinsip tersebut yaitu :
1.Character.
Yaitu adanya kenyakinan dari pihak Bank bahwa si peminjam mempunyai moral, watak ataupun sifat-sifat pribadi yang positif dan kooperatif dan juga mempunyai rasa tanggung jawab baik dalam kehidupan pribadi sebagai manusia, kehidupannya sebagai anggota masyarakat ataupun dalam menjalankan kegiatan usahanya.
2.Capacity.
Yaitu suatu penilaian kepada calon debitur mengenai kemampuan melunasi kewajiban-kewajibannya dari kegiatan usaha yang dilakukannya atau kegiatan usaha yang akan dilakukannya yang akan dibiayai dengan kredit dari bank.
3.Capital.
Yaitu jumlah dana/modal sendiri yang dimiliki oleh calon debitur.
4.Collateral.
Yaitu Barang-barang jaminan yang diserahkan oleh peminjam/debitur sebagai jaminan atas kredit yang diterimanya.
5.Condition of Economy.
Yaitu situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi, budaya dan lain-lain yang mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat maupun untuk suatu kurun waktu tertentu yang kemungkinan akan dapat mempengaruhi kelancaran usaha dari perusahaan yang memperoleh kredit.

PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
1.Pemahaman masing-masing jenis usaha yang akan dibiayai dengan kredit, hal ini dapat dimengerti bahwa dimasyarakat terdapat ribuan usaha yang mengandung permasalahan yang satu sama lainnya jelas berbeda, sedangkan di lain pihak aparat perbankan tetap dituntut untuk selalu akrab dengan permasalahan-permasalahan tersebut.
2.Masalah perkreditan bersifat “ Kasuasistis” artinya masalah yang ada pada satu debitur akan berbeda dengan debitur lainnya, dari kondisi ini maka aparat perbankan harus mempunyai daya analistis yang cukup tajam dan secara cepat harus mampu pula mengadakan identifikasi dari permasalahan yang dihadapi para nasabahnya.
3.dalam kegiatan perkreditan banyak tersangkut dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan, peraturan-peraturan pemerintah maupun kebijakan-kebijakan pemerintah yang sering berubah dari suatu periode ke periode yang lainya.
4.Adanya perang Irak dengan AS memberikan pengaruh pada pasar keuangan.