"when skill meet power..."

WeLCoMe to My RooM.......


Welcome... SelamaT DatanG... Sugeng Rawuh... 谢谢... 감사... Semoga BermanfaaT...

Analisa dan Prospek E-Commerce



Prologue

eCommerce (electronic commerce) kini telah menjadi kelaziman di beberapa belahan dunia. Terutama di Amerika, eCommerce telah merambah ke berbagai sektor yang sebelumnya tidak terpikirkan. Misalnya, pernahkah dulu Anda terpikir membeli perangko lewat Internet? Dengan eStamp.com Anda bisa, dengan harga yang lebih murah dan lebih nyaman pula . Atau membeli textbook lewat Internet? Atau bahkan pesawat terbang pribadi? Semuanya ini kini sudah bisa dilakukan lewat Internet.

Bagaimana dengan situasi di Indonesia dalam kaitannya dengan eCommerce? Paper ini akan membahas hal tersebut dalam seminar yang diadakan oleh PPI-MIB (Perhimpunan Pelajar Indonesia ? Masyarakat Indonesia di Birmingham), 12 Februari 2000 di University of Birmingham. Paper ini bertujuan untuk meningkatkan awareness mengenai isu ini, kepada masyarakat Indonesia pada umumnya (dengan menyediakan paper ini di Internet), dan kepada kalangan akademik Indonesia di Inggris pada khususnya.

Studi Kasus

1. Amazon.com
Tidak perlu dipungkiri lagi Amazon.com adalah salah pionir eCommerce. Amazon.com memungkinkan kita untuk membeli buku dengan mudah dengan berbagai fasilitasnya, seperti:
- Review dan informasi rating dari buku yang bersangkutan
- Hanya perlu melakukan satu kali klik di mouse untuk membeli buku
- Search engine untuk memudahkan pencarian buku
Dan yang paling utama, Amazon.com dapat menawarkan harga buku yang lebih murah sampai dengan 50% atau bahkan kadang lebih. Hal ini karena mereka tidak perlu menyewa showroom seperti toko buku konvensional. Namun, mereka juga melakukan efisiensi yang sangat besar dengan mengurangi stok buku. Jadi mayoritas buku yang ada di website mereka sebenarnya tidak ready-stock. Tetapi sistem mereka memungkinkan mereka untuk memesan buku-buku tersebut dengan cepat, sehingga customer tidak keberatan. Dengan demikian, mereka mengurangi jumlah uang diam yang tertanam di stok buku seperti di toko-toko buku konvensional.

Kini Amazon.com juga telah merambah ke beberapa sektor lainnya seperti musik dan video, yang sama halnya seperti buku, adalah sektor yang gemuk laba. Namun ekspansi ini, ditambah dengan biaya marketing yang sangat besar, membuat Amazon.com masih belum menghasilkan laba sampai detik ini. Tetapi para investor mempercayai model bisnis mereka, sehingga pada saat IPO saham mereka melonjak naik berkali-kali lipat.

2. Dell.com
Dell adalah pembuat komputer yang sudah terkenal sejak dahulu dengan teknik direct-selling nya. Teknik ini berbeda dengan yang biasa dilakukan oleh vendor-vendor lainnya, yaitu Anda tidak akan menemui komputer Dell di toko-toko. Anda hanya bisa membelinya dengan menelpon mereka.

Ketika Internet mengalami booming sekitar tahun 1994-1995, mereka melihat peluang besar untuk meraup keuntungan. Mereka membangun website Dell.com yang memungkinkan customer mereka untuk memilih-milih sendiri bagian-bagian komputer yang diinginkan, dan lalu Dell akan merakit dan mengirimkannya.

Teknik ini terbukti sangat sukses. Baik penjualan komputer maupun saham Dell setiap tahun selalu mengalami kenaikan yang sangat besar, ketika vendor-vendor lainnya seperti Compaq, AST, CompUSA, Packard-Bell, dan lain lain mengalami kesulitan dengan cashflow dan banyak bahkan terpaksa gulung tikar.

Keberhasilan mereka terutama karena efisiensi biaya ? mereka menekan jumlah uang yang diam tertanam di stok barang, karena mereka baru merakit komputer jika ada pesanan, tidak perlu sampai dipajang berbulan-bulan lamanya di toko. Dan juga mereka tidak kena biaya showroom dan SDM untuk mengelolanya.
Ini semua memungkinkan mereka untuk merakit komputer yang murah harganya. Ditambah dengan reputasi komputer mereka yang sangat bagus, maka para customer berbondong-bondong membeli komputer mereka.

3. Hallmark.com

Ini adalah salah satu contoh implementasi eCommerce yang unik. Hallmark yang terkenal dengan kartu-kartu ucapan selamatnya, melihat celah kesempatan dengan berkembangnya Internet. Mereka membuat jasa electronic greeting card, namun membedakan dari saingan-saingannya seperti http://www.bluemountain.com dengan kualitas ? seperti gambar yang bagus dan juga fasilitas multimedia seperti animasi dan music. Jelas ini adalah peningkatan substansial dari kartu ucapan selamat yang selama ini kita ketahui ? hanya selembar kertas.
Ditambah dengan brand awareness-nya yang cukup tinggi, maka Hallmark.com berhasil meraup pemasukan sampai jutaan US$ dengan website tersebut.

4. Kakilima.com

Implementasi eCommerce yang cukup mengejutkan karena mereka berhasil melirik segmen pasar yang unik. Mereka mentargetkan kepada masyarakat Indonesia di luar negeri, yang ingin memberikan hadiah kepada relasi atau keluarga mereka di Indonesia. Mereka mengerti bagaimana mahalnya mengirimkan hadiah dari negara tempat mereka tinggal, sehingga walaupun harga mereka mahal namun masih tetap menggoda bagi konsumen mereka.

5. Detik.com vs Astaga.com
Persaingan antara Portal website kini mulai menghangat. Sudah lama banyak yang berusaha menjadi yang utama dalam hal ini, namun tiba-tiba saja mencuat satu kandidat yang tidak terduga-duga sebelumnya, detik.com. Terangkat karena menampilkan berita-berita reformasi dengan up to date sehingga menarik jutaan pengunjung, Detik.com kini sudah berkembang dari sekedar news website menjadi portal website dengan menampilkan berbagai feature seperti email gratis, komunitas Internet, website yang membahas mengenai perempuan, astrologi, buku, wisata, selebriti dan musik.
Namun kini telah muncul saingannya, yaitu Astaga.com. Dimodali US$ 7.5 juta oleh para investor dari Silicon Valley, USA ? dan dikendalikan oleh Desy Anwar; mereka menandai babak baru dalam persaingan di sektor ini.
eCommerce (electronic commerce) kini telah menjadi kelaziman di beberapa belahan dunia. Bagaimana dengan situasi di Indonesia dalam kaitannya dengan eCommerce?


Analisa SWOT

STRENGTHS
Kenyamanan membeli via Internet
Dari depan komputer di rumah sendiri (hemat waktu & usaha), tidak ada salesman yang mendesak-desak Anda untuk membeli sesuatu yang tidak Anda inginkan, pembayaran mudah, dan lain-lainnya. Dan generasi Yuppies Indonesia masa kini mulai tidak segan-segan lagi untuk memesan barang-barang via Internet.

Harga yang kompetitif
Karena perusahaan-perusahaan eCommerce tidak perlu menanam uang untuk stok dan menyewa showroom dan efisiensi-efisiensi lainnya (cutting the middleman [kasus Dell.com] etc)- dan ditambah dengan semakin banyaknya saingan maka harga barang bisa ditekan.

Populasi Indonesia
Indonesia dengan populasi penduduk ratusan juta adalah potensi yang luar biasa besar, jika daya belinya sudah meningkat. Untuk itu perlu diantisipasi sejak jauh-jauh hari, agar ketika yang demikian itu terjadi maka sudah siap untuk menampung animo beli mereka.

Infrastruktur Internet
Infrastruktur Internet Indonesia mungkin bukan yang terbaik, namun termasuk cukup merata - terutama berkat Wasantara.Net. Dan di pusat-pusat ekonomi (Jakarta, dan lain-lain) banyak pilihan ISP (Internet Service Provider) dan WarNet (Warung Internet) sehingga mudah untuk mengakses Internet.

SDM yang sedang berkembang
Generasi muda Indonesia potensinya cukup menjanjikan. Monitoring di berbagai forum di Internet menunjukkan peningkatan persentasi generasi muda yang ahli dalam hal teknis komputer - yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk menunjang sektor eCommerce.

WEAKNESSES

Daya beli
Masih sangat lemah dengan perkecualian untuk sebagian kecil dari masyarakat - karena berbagai manipulasi yang terjadi di orde baru. Economic recovery baru akan terjadi dalam jangka waktu beberapa tahun lagi.

Sosialisasi credit card
Di Indonesia credit card masih merupakan barang langka dan simbol status. Hal ini tentu sangat berbeda dengan misalnya di Inggris, dimana setiap rekening bank minimal ada debit card-nya. Ini dapat sangat menyulitkan perkembangan eCommerce di Indonesia.

Sosialisasi Internet
Internet walaupun perkembangannya sangat pesat di Indonesia, namun masih jauh dari menjadi gaya hidup mayoritas penduduk Indonesia.

Pengiriman barang
Kualitas & Biaya pengiriman barang menjadi kendala. Terutama untuk perusahaan yang ingin melayani customer di luar negeri, biaya pengiriman dapat mencapai U$S 40/kg untuk ke Inggris dengan FedEx - sangat prohibitif.

SDM yang ada
Kualitasnya kadang-kadang masih belum cukup bagus - terbukti dengan berbagai blunder yang terjadi akhir-akhir ini.

OPPORTUNITIES

Stealing the start - eCommerce baru saja mulai menanjak di Indonesia
Membuka peluang bisnis dari luar negeri - devaluasi Rupiah berarti barang-barang kita menjadi murah untuk mereka. Dan eCommerce akan memungkinkan mereka untuk membelinya dengan mudah.
Pendatang-pendatang baru di Internet - website-website portal sibuk untuk merekrut mereka untuk menjadi customernya.
Sektor bisnis yang sedang berkembang dengan sangat pesat - baru-baru ini Forrester Research menyatakan bahwa pada tahun 2004 perputaran uang di sektor ini akan mencapai US$ 1.67 trilyun.

THREATS
Situasi ekonomi & politik di Indonesi.
Jika kondisi menjadi kembali tidak stabil, maka website eCommerce yang sudah ada dan yang baru akan berkembang bisa surut kembali.

Administrator yang ceroboh & Hackers
Bisa melenyapkan kepercayaan masyarakat kepada eCommerce. Contoh kasus - IptekNet, Bimantara, dan lain-lainnya yang semuanya kena hack oleh hacker Indonesia. Namun yang paling spektakuler sampai saat ini mungkin adalah Tempo Interaktif (http://www.tempo.co.id/), yang dengan sangat naif menyimpan data-data pribadi para customernya di lokasi yang dapat diakses dengan mudah dari Internet.
Budaya ikut-ikutan langsung terjun ke arena tanpa perhitungan dan persiapan yang matang, kembali dapat meruntuhkan kepercayaan masyarakat kepada eCommerce.

Best Practices
Bab Best Practices ini bertujuan untuk menuntun para/calon pelaku bisnis eCommerce untuk mengimplementasi eCommerce pada bidang mereka, dan menghindari berbagai kesalahan yang telah terjadi di masa lalu.

Rekrut SDM terbaik yang bisa Anda dapatkan
Ini bisnis yang sangat tergantung kepada sumber daya manusia yang ada di perusahaan. Sangat banyak kasus dimana website dengan modal hanya beberapa ribu US$ kemudian dapat berkembang menjadi bisnis puluhan juta US$, karena terutama didukung oleh SDM yang tepat.

Outsourcing
Outsourcing, atau pengalihan pekerjaan kantor kepada konsultan eksternal, adalah langkah yang tepat untuk hal-hal tertentu. Misalnya, untuk hosting website kita, dengan keuntungan berikut ini:
Cost/benefit ratio bagus, apalagi dengan semaraknya provider jasa webhosting di Indonesia akhir-akhir ini
Security lebih terjaga, dan kalaupun terjadi break-in oleh hacker, jika sebelumnya kita telah menandatangani SLA (Service Level Agreement) maka kita bisa mendapatkan kompensasi atas kerugian yang terjadi
Namun untuk beberapa hal ini bisa menjadi langkah salah yang sangat fatal, misalnya melakukan outsourcing untuk updating website.

Jaga kualitas Customer Service, dan performa website
Ini adalah salah satu hal yang sering terlupakan, terutama di website di Inggris. Seringkali respons dari customer service baru tiba setelah berhari-hari, pernah 1 minggu - itu kalau dibalas.
Padahal dengan Internet, jika customer tidak puas dengan layanan kita, yang perlu dilakukan hanyalah mengetik alamat website saingan kita, dan lenyap sudah satu pelanggan kita.
Demikian pula dengan website itu sendiri - performanya harus bagus dan selalu siap untuk melayani pelanggan (high availability). Jika misalnya dalam sehari ada 10000 pengunjung ke website kita, maka jika site kita down selama 1 jam saja berarti kita sudah "mengusir" lebih kurang 400 pelanggan. Jika mereka kemudian mengunjungi website saingan kita dan merasa puas dengan layanannya, maka berarti sudah lenyap 400 pelanggan kita. Kalikan dengan jumlah pembelian mereka setahun, dan tiba-tiba saja Anda merasa tidak mungkin untuk mentoleransi downtime selama 1 jam tersebut.

Jika konversi - pastikan bahwa back office Anda siap
Jika perusahaan Anda adalah perusahaan konvensional, misalnya supermarket, sebelum Anda terjun ke Internet pastikan dulu bahwa back office Anda sudah siap. Back office disini baik dari pegawainya - siap menghadapi perubahan yang mungkin timbul karena terjunnya perusahaan ke medium yang baru ini; maupun dari segi IT - apakah sistem yang terpasang sudah siap untuk melayani extra demand yang mungkin akan timbul - dan seterusnya.
Approach seperti yang disarankan oleh ICL, konsultan IT terkemuka di Inggris, yaitu "Right Here Right Now" sangat tidak disarankan. Mereka mendorong agar perusahaan ada dulu di Internet untuk membuat permintaan, dan kemudian baru belakangan dipikirkan bagaimana untuk memenuhi permintaan yang timbul. Ini dapat mengakibatkan kekacauan pada workflow di perusahaan, dan membebani sistem IT yang ada sehingga mengakibatkan penurunan performa di bisnis yang sudah ada.

Usaha kecil
Bagi usaha kecil, tentu saja resourcesnya jauh lebih terbatas, dan seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan status Merchant dari Visa atau Mastercard. Untuk itu, ada baiknya untuk melakukan kerjasama dengan website one-stop service - yang menyediakan jasa hosting + electronic transaction sekaligus. Contohnya adalah http://www.hypermart.net dan http://www.smole.com
Mereka ini akan menghosting website Anda dengan cuma-cuma sekaligus memungkinkan Anda untuk menerima pembayaran dengan credit card. Mereka hanya akan mengambil komisi beberapa persen dari transaksi tersebut dan memasang sebuah banner iklan di website Anda, sebagai timbal balik jasa yang mereka sediakan.
Dengan demikian Anda dapat berkonsentrasi penuh kepada bisnis Anda.

Penutup
Dalam jangka waktu pendek, yang feasible untuk di implementasikan di Internet hanya beberapa jenis jasa/barang saja, misalnya:

Yang sudah berjalan:
  • Portal service
  • Beberapa jenis software komputer
  • Buku
  • Barang konsumsi untuk konsumen luar negeri
  • Jual-beli saham
Selain itu kebanyakan saat ini masih belum dimungkinkan, mengingat kondisi Indonesia saat ini.

Peluang baru:
  • Online training
  • Jasa lelang
  • Dan lain lain
Saat ini banyak perusahaan sudah mulai bersiap-siap untuk menyerbu arena ini, sehingga jika dalam waktu beberapa bulan ini keadaan Indonesia membaik, maka mereka sudah siap untuk merebut pasar eCommerce pada saat tersebut. Memang mereka ini mayoritas memiliki kapital yang cukup kuat sehingga dapat melakukan itu.



--------------------------------------------------------------------------------

Sumber:
Paper Seminar
eCommerce di Indonesia : Analisa situasi saat ini dan prospek di masa depan
Council Chamber, Guild of Student, PPI-MIB Birmingham
Birmingham University
12 Februari 2000
Oleh : Harry Sufehmi (email AT harrysufehmi.com)