"when skill meet power..."

WeLCoMe to My RooM.......


Welcome... SelamaT DatanG... Sugeng Rawuh... 谢谢... 감사... Semoga BermanfaaT...

Case 2 Audit Perbankan dan Electronic Banking (Bank MANDOM)

Performance portfolio keuangan Bank MANDOM dalam periode 3 bulan terakhir.
Dana masyarakat yang berhasil dikumpulkan adalah sebesar Rp. 4.567.890.123,-


Produk Bank
prosentase
Tingkat bunga
Saving deposit
40%
11%
Time deposit
15%
13%
Demand deposit
45%
9%
 

Data hasil program Know Your Customer:


Kecenderungan nasabah dalam menggunakan fasilitas Bank
Prosentase
Penerimaan gaji bulanan
55%  
Pengeloaan & penerimaan proyek
25%
Bank Guarantee, Letter of Credit, Setoran ONH, dll
15%
Penyimpanan dan media investasi jangka menengah (Korporasi, nasabah prime costumer dengan jumlah akumulasi sebesar 53% dari seluruh total dana yang terkumpul)
5%



Pada periode yang sama produk loan yang berhasil dijual oleh bank tersebut adalah sebesar Rp. 1,234,567,890.00, dengan jumlah yang tersalur:


Loan
Prosentase
Investment loan
15%
Commercial loan
25%
Personal loan
35%
Kredit program
15%
UKM
10%



Sementara itu, pemberian jasa layanan perbankan yang cenderung dimanfaatkan para nasabah antara lain:


Pemanfaatan nasabah terhadap fasilitas  bank
Prosentase
RTGS & Clearing
25%
Electronic Fund Transfer
20%
Setoran ONH
15%
Bank Guarantee
10%
Letter of Credit
8%
Lain-lain
22%



Hasil analisis yang dilakukan oleh manajemen bank menunjukkan bahwa positioning dan daya saing Bank MANDOM dalam industri perbankan cenderung berada di kuadran dua. Sehingga pimpinan Bank MANDOM berencana untuk membentuk divisi baru yaitu divisi Mortgage Banking yang diimplementasikan melalui program increasing wallet service. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan performa dan daya serap loanable fund, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas fee based income.

Maka, langkah-langkah riil yang akan dilakukan dalam mengimplementasikan program tersebut adalah:


  1. Langkah untuk meningkatkan performa dan daya serap loanable fund:  


No.
Langkah untuk meningkatkan performa dan daya serap loanable fund
1.
melakukan analisis pencarian posisi Bank MANDOM dalam penyaluran kredit ke masyarakat juga ditentukan bagaimana posisi Bank tersebut. Dengan melakukan analisis posisi dari bank, maka dapat di follow up dengan rencana strategi, misalnya apabila posisinya sebagai market leader maka harus dilakukan upaya penjagaan konsistensi kepemimpinan pasar dengan terus berkembang. Bank MANDOM dengan tingkat LDR yang masih rendah (27.03%) dan dengan dana masyarakat yang terserap masih kecil (Rp 4,567,890,123.00) maka masih tergolong folower dalam industri perbankan sehingga langkah dalam posisioning akan lebih baik mengikuti tren yang berkembang di pasar saat ini.
2.
Mengurangi produk kredit yang berkategori antara lain terkait investasi jangka panjang, berdenominasi valas, terkait komoditas yang harganya sedang anjlok, kredit konsumsi yang rentan terpengaruh turunnya daya beli masyarakat, dan kredit yang selama ini penyalurannya sudah cukup ekspansif.
3.
Melakukan ekspansi kredit secara selektif di sektor-sektor yang relatif tidak terpengaruh krisis keuangan (misalnya UKM) dan memiliki NPL rendah secara hati-hati (prudential banking principles); sekurang-kurangnya terdapat lima (5) prinsip kehati-hatian, antara lain Watak (character), Kemampuan (capacity), Modal (capital), Jaminan (collateral), Kondisi ekonomi (condition of economy).
4.
Tingkat suku bunga pinjaman yang bersaing di pasar.
5.
Melakukan starategi 7P untuk melakukan peningkatan daya serap loanable fund bank MANDOM, meliputi: place, price, product, promotion  ,physical andundence, Process, people (marketing mix strategy).
6.
Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko serta memperkuat risk management dan internal control.
7.
Penyempurnaan organisasi dan infrastruktur pendukung seperti SDM, kualitas layanan dan pengembangan elektronik channel.
8.
Meningkatkan komposisi dana murah (tabungan dan giro) terhadap total dana pihak ketiga.


    2. Langkah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas fee based income

No.
Langkah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas fee based income
1.
Menambah dan memaksimalkan pelayanan yang berbasis TI (Teknologi Informasi), dalam hal ini produk E-banking. Akan lebih baik lagi apabila pemanfaatan TI melibatkan peran nasabah untuk bahan evaluasi sehingga kebutuhan nasabah dapat terakomodir dan semakin baiknya pelayanan bank MANDOM melalui produk E-banking.
2.
Bank MANDOM masih dikategorikan sebagai Bank follower karena nilai dana masyarakat yang berhasil diserap masih cukup kecil. Oleh karena itu akan lebih baik Bank MANDOM mengikuti tren yang saat ini marak di pasar, misalnya menjadi agen pemasar reksa dana, yang berarti bank MANDOM akan mendapatkan komisi (fee) bulanan dari reksa dana tersebut.
3.
Secara berkala melakukan evaluasi terhadap posisi keuangan maupun aspek manajerial dalam pos-pos fee base income bank MANDOM, agar kedepannya sistem maupun prosedur yang dipakai menjadi lebih baik, efektif, efisien, dan maksimal.
4.
Menambah alokasi anggaran untuk iklan di berbagai media massa, tujuannya cukup jelas yaitu mengenalkan dan menawarkan produk yang dimiliki bank MANDOM kepada masyarakat luas.

Case 1 Audit Perbankan dan Electronic Banking

I.A. Mekanisme kliring

Berdasarkan gambar diatas dapat dijabarkan bahwa Proses dari klring adalah :
kliring terjadi antara nasabah Bank A yang melakukan transfer Pembayaran kepada nasabah Bank B, maka :
  • Bank A akan mengirim Nota Kredit Keluar kepada BI atas transaksi transfer pembayaran dalam bentuk      Giro dari nasabah Bank A ke Nasabah Bank B
  • BI melakukan pengurangan saldo dari R/K Bank A yang ada di BI sejumlah transaksi pembayaran tersebut dan kemudian menambah R/K Bank B yang ada di BI sejumlah penerimaan transfer tersebut.
  • BI dengan menerbitkan Nota Kredit Masuk kepada Bank B yang menyatakan bahwa penambahan R/K Bank B di BI atas transaksi pembayaran nasabah Bank A kepada Nasabah Bank B
  • Bank B meneruskan Nota Kredit Masuk tersebut dengan penambahan saldo dari rekening Giro Nasabahnya tersebut.
Contoh kasus:
Tn. Sigit, nasabah giro pada bank BCA Jakarta, membeli barang dari Ny. Dita, nasabah giro bank Kencana Jakarta, seharga Rp. 30.000.000,-. Tuan Sigit membayar dengan menerbitkan cek bank BCA Jakarta. Ilustrasi kegiatan kliring dapat dijabarkan sebagai berikut :

 
• Simpanan Giro Ny Dita di Bank Kencana akan bertambah Rp 30juta (apabila cek dicairkan)
• Simpanan Giro Tn Sigit di Bank BCA akan berkurang Rp 30juta (apabila cek dicairkan)
• Simpanan Giro Bank Kencana di BI akan bertambah, karena menerima penyetoran dari Bank Kencana
• Simpanan Giro Bank BCA di BI akan berkurang karena penarikan cek nasabahnya


Pada bank Kencana – cabang Jakarta
Pada saat terima warkat (Cek Tn. Sigit) untuk disetorkan ke (menambah) rekening giro Ny. Dita.
D : Warkat (Setoran) Kliring Rp. 30.000.000,-
            K : Giro – Rek. Ny. Dita           Rp. 30.000.000,-
Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan rekening Warkat Kliring.
D : B I – Giro            Rp.30.000.000,-
           K : Warkat (Setoran) Kliring    Rp. 30.000.000,-
Transaksi tersebut dapat saja di catat secara langsung pada saat dinyatakan Kliring berhasil
D : B I – Giro Rp.          30.000.000,-
           K : Giro – Rek. Ny. Dita     Rp. 30.000.000,-

Pada bank BCA – cabang Jakarta
Pada saat menerima warkat nasabahnya sendiri (warkat Tn. Sigit) akan membebankan rekening Tn. Sigit dengan jurnal sbb :
D : Giro – Rek. Tn. Sigit Rp. 30.000.000,-
            K : B I – Giro               Rp. 30.000.000,-

Tia seorang nasabah Bank Kencana Jakarta menyerahkan sebuah warkat Giro senilai Rp. 50.000.000,- kepada bank untuk dikirim kepada Ade, salah seorang nasabah bank Lippo Jakarta, oleh kedua bank akan dibukukan sebagai berikut:
 
Pada bank Kencana cabang Jakarta
Pada saat menerima amanat dan warkat dari Tia, akan dibukukan sebagai berikut :
D : Giro - Rek. Tia Rp. 50.000.000,-
               K : B I – Giro Rp. 50.000.000,-

Pada bank Lippo cabang Jakarta
Pada saat menerima warkat setoran untuk menambah rekening Ade, dibukukan sbb. :
D : B I – Giro Rp. 50.000.000,-
              K : Giro - Rek. Ade Rp. 50.000.000,-
  • Pada akhir hari kliring akan dibuat neraca kliring sebagai laporan akhir transaksi kliring.
  • Menunjukkan apakah rek Giro pada BI mengalami kenaikan (menang kliring) atau penurunan (kalah kliring).
  • Saldo debit > kredit : menang kliring.
  • Saldo debit < kredit : kalah kliring.

NERACA  KLIRING
Bank Kencana
Nota Kredit Masuk… Rp. ---
Nota Debit Keluar …. Rp. 30.000.000
Kalah kliring….......... Rp. 20.000.000
Nota Debit Masuk…. Rp. ---
Nota Kredit Keluar… Rp. 50.000.000
Jml.  Keseimbangan    Rp. 50.000.000
Jml.  Keseimbangan   Rp.50.000.000



Neraca Kliring
Bank BCA
Nota Kredit Masuk… Rp. ---
Nota Debit Keluar … Rp. 20.000.000
Kalah kliring….......... Rp. 30.000.000
Nota Debit Masuk…..Rp. ---
Nota Kredit Keluar….Rp. 50.000.000
Jml.  Keseimbangan    Rp. 50.000.000
Jml.  Keseimbangan   Rp.50.000.000


Neraca Kliring
Bank Lippo
Nota Kredit Masuk… Rp. 50.000.000
Nota Debit Keluar …. Rp. ---
 Nota Debit Masuk…. Rp. ---
 Nota Kredit Keluar… Rp. ---



 Menang kliring            Rp. 50.000.000
 Jml.  Keseimbangan   Rp. 50.000.000
 Jml.  Keseimbangan   Rp. 50.000.000













Dilihat dari sudut BI , tidak akan terdapat selisih pendebetan maupun pengkreditan rekening giro masing-masing bank peserta kliring.

Neraca  Kliring 
Bank Indonesia
Nama  Bank  yg  kalah  kliring
Nama  Bank  yg  menang  kliring
Bank Kencana…..…Rp. 20.000.000
Bank BCA…………..Rp. 30.000.000
Bank  Lippo………..Rp. 50.000.000
Jml.  Debet..…….….Rp. 50.000.000
Jml.  Kredit…………Rp. 50.000.000

Selanjutnya untuk mencatat transaksi hasil kliring diatas, BI akan membukukan sbb:
D : Giro – Bank BCA Rp. 30.000.000,-
               K : Giro - Bank Kencana Rp. 30.000.000,-
D : Giro – Bank Kencana Rp. 50.000.000,-
               K : Giro – Bank Lippo Rp. 50.000.000,-

I. B. Mekanisme pengiriman uang Tabungan Nn Vivi kepada Nn Tinche
Pengiriman uang dari Tabungan Nn. Vivi (Bank Kenyot – Wonogiri), melalui Bank Tinul – Jakarta dan Bank Jeki – Mataram, kepada Tabungan Ny. Tinche (BPD Attambua – Attambua).
Asumsi :
- bahwa Bank Kenyot memiliki kantor cabang/pusat di Jakarta
- bahwa Bank Tinul memiliki kantor cabang/pusat di Mataram
- bahwa Bank Jeki memiliki kantor cabang/pusat di attambua



 


Jurnal Transaksi :
Pada Bank Kenyot Wonogiri menuju Bank Kenyot Jakarta
Tabungan Nn Vivi                  Rp XXX
            RAK                                       Rp XXX

Pada Bank Kenyot Jakarta menuju Bank Tinul Jakarta
Pada Bank Kenyot
RAK                                       Rp XXX
            R/K pada BI                           Rp XXX
Pada Bank Tinul
R/K pada BI                           Rp XXX
            RAK                                       Rp XXX

Pada Bank Bank Timbul Jakarta menuju Bank Tinul Mataram
Tidak ada jurnal karena hanya transaksi antar cabang

Pada Bank Timbul Mataram menuju Bank Jeki Mataram
Pada Bank Tinul
RAK                                       Rp XXX
            R/K pada BI                           Rp XXX
Pada Bank Jeki
R/K pada BI                           Rp XXX
            RAK                                       Rp XXX

Pada Bank Bank Jeki Mataram menuju Bank Jeki Attambua
Tidak ada jurnal karena hanya transaksi antar cabang

Pada Bank Jeki Attambua menuju Bak BDP Attambua
Pada Bank Tinul
RAK                                       Rp XXX
            R/K pada BI                           Rp XXX
Pada Bank BPD Attambua
R/K pada BI                           Rp XXX
            Tabungan Ny Tinche               Rp XXX

   I. C. Mekanisme pengiriman uang antar Negara
Pengiriman uang antar negara dari Tn. Said (Bank of Saudi – Riyadh) kepada Nn. Tessi (Bank Loro Lopo – Wonosari), melalui Bank Siti Jakarta

Mekanisme yang terjadi berdasarkan gambar diatas adalah bahwa Bank of Saudi melakukan transaksi payment order dengan menggunakan jasa bank korespondensi yaitu Bank Siti Jakarta, dan bank siti Jakarta kemudian melakukan transfer kapada Bank Siti cabang Wonosari (diasumsikan Bank Siti memiliki kantor cabang di wonosari). Setelah dilakukan transfer maka dilakukan kliring antara Bank Siti Wonosari dengan Bank Loro Lopo Wonosari untuk kemudian pengiriman uang tersebut dimasukkan kedalam rekening Tn Joko. 

Atau Bank Of Saudi menjalankan transaksi tersebut dengan menerbitkan Bank Draff yang dijamin oleh Bank Siti Jakarta untuk kemudian Bank Siti mengirimkan langsung Bank Draff tersebut kepada Tn Joko (bisa melalui jasa Pos) untuk kemudian Tn Joko dapat mencairkan langsung.


II. 
Neraca Bulanan
Bank Jerry Jogjakarta
1 Januari 2010


(dalam jutaan Rupiah)

Asset
Liabilities
Kas
125
Giro
750
R/K pada BI
175
Tabungan
1.500


Deposito
250
Kredit Investasi
750


Kredit Konsumsi
1250
Obligasi
150
KUK
200
Pinjaman Holding
350




Pinjaman Call Money
250






Aktiva Lain
750
Modal
500


Total Asset
350
Total Liabilities
3.500


Tanggal
Tabungan (%)
Giro (%)
Deposito (%)
01/01/2010
14,50% p.a.
6,00% p.a.
16,10% p.a.
10/01/2010
15,00% p.a.
6,30% p.a.
17,00% p.a.
15/01/2010
14,75% p.a.
6,45% p.a.
16,35% p.a.
25/01/2010
15.25% p.a.
6.80% p.a.
16,75% p.a.


Transaksi serta Mutasi Tabungan dan Giro

Nn. Jean (Tabungan)
 Tanggal
Kredit
Debet
Saldo (Rp)
Bunga
2
 Rp  25.000.000

 Rp  25.000.000
 -
8
Rp  15.000.000

 Rp  40.000.000
 Rp    59.589
12

 Rp5.000.000
 Rp  35.000.000
 Rp    65.753
15
Rp  30.000.000

 Rp  65.000.000
 Rp    42.432
17

 Rp3.000.000
 Rp  62.000.000
 Rp    52.534
17

 Rp3.000.000
 Rp  59.000.000
 Rp               -
21
Rp       2.000.000

 Rp  61.000.000
 Rp    95.370
25

 Rp5.000.000
 Rp  56.000.000
 Rp  197.205
25

 Rp4.000.000
 Rp  52.000.000
 Rp  101.945
25

 Rp2.000.000
 Rp  50.000.000
 Rp               -
26
 Rp  15.000.000

 Rp  65.000.000
 Rp    21.726
26
 Rp       5.000.000

 Rp  70.000.000
 Rp    20.890
26
 Rp       5.000.000

 Rp  75.000.000
 Rp               -
27

 Rp5.000.000
 Rp  70.000.000
 Rp    29.247
31


 Rp  70.000.000
 Rp  188.014
 Total Biaya Bunga
 Rp  874.705

 PPh 10%
 Rp    87.471
 Biaya Bunga Bersih
 Rp  787.235



Tuan Anton (Tabungan)
 Tanggal
Kredit
Debet
Saldo (Rp)
Bunga
3
 Rp        25.000.000

 Rp        25.000.000
 -
7
 Rp        15.000.000

 Rp        40.000.000
 Rp    39.726
12

 Rp     5.000.000
 Rp        35.000.000
 Rp    82.192
12

 Rp     3.000.000
 Rp        32.000.000
 Rp               -
17
 Rp       3.000.000

 Rp        35.000.000
 Rp    64.658
20
 Rp       3.000.000

 Rp        38.000.000
 Rp    42.432
22

 Rp     5.000.000
 Rp        33.000.000
 Rp    30.712
22

 Rp     4.000.000
 Rp        29.000.000
 Rp               -
22

 Rp     2.000.000
 Rp        27.000.000
 Rp               -
24
 Rp        30.000.000

 Rp        57.000.000
 Rp    21.822
24

 Rp   30.000.000
 Rp        27.000.000
 Rp               -
26

 Rp     5.000.000
 Rp        22.000.000
 Rp    47.630
31


 Rp        22.000.000
 Rp    55.151
 Total Biaya Bunga
 Rp  384.322
 PPh 10%
 Rp    38.432
 Biaya Bunga Bersih
 Rp  345.890




Tuan Joni (Tabungan)
 Tanggal
Kredit
Debet
Saldo
Bunga
1
 Rp        25.000.000

 Rp        25.000.000
 -
5
 Rp        15.000.000

 Rp        40.000.000
 Rp    39.726
12

 Rp     5.000.000
 Rp        35.000.000
 Rp  115.068
12
 Rp       3.000.000

 Rp        38.000.000
 Rp               -
20
 Rp        25.000.000

 Rp        60.000.000
 Rp  113.151
20

 Rp     3.000.000
 Rp        57.000.000
 Rp               -
21

 Rp     5.000.000
 Rp        52.000.000
 Rp    24.247
21

 Rp     4.000.000
 Rp        48.000.000
 Rp               -
21

 Rp     2.000.000
 Rp        46.000.000
 Rp               -
26

 Rp     5.000.000
 Rp        41.000.000
 Rp    96.096
31


 Rp        41.000.000
 Rp  102.781
 Total Biaya Bunga
 Rp  388.288

 PPh 10%
 Rp    38.829
 Biaya Bunga Bersih
 Rp  349.459
 Nn. Dita (Giro)
 Tanggal
 Kredit
 Debet
 Saldo (Rp)
 Bunga
1
 Rp      125.000.000

 Rp      125.000.000
 -
5

 Rp   30.000.000
 Rp        95.000.000
 Rp    82.192
12

 Rp   30.000.000
 Rp        65.000.000
 Rp  114.781
13
 Rp        75.000.000

 Rp      140.000.000
 Rp    11.219
20

 Rp   25.000.000
 Rp      115.000.000
 Rp  173.178
21
 Rp          4.000.000

 Rp      119.000.000
 Rp    20.322
22
 Rp          4.000.000

 Rp      123.000.000
 Rp    21.029
26
 Rp        25.000.000

 Rp      148.000.000
 Rp  339.068
31


 Rp      148.000.000
 Rp  257.096
 Total Biaya Bunga
 Rp  761.789

 PPh 10%
 Rp    76.179
 Biaya Bunga Bersih
 Rp  685.610


Deposito :
Tn Rince sebesar Rp 5.000.000 pada tanggal 25  januari 2010 sehingga bunga atas deposito (16,75%)
bunga deposito = (Rp 5.000.000 x 16,75%)/365 hari = Rp 2.295
PPh 10% sehingga bunga deposito sebesar = Rp 2.065


Transaksi dan Mutasi Kliring

Tansaksi
Nominal
Bank Yengki
Bank Zinta
Bank Jerry
Cek Tn. Ali
5.000.000,00
(+) 5000000

(-) 5000000
Bilyet Giro PT. L
5.000.000,00
(-) 5000000

(+) 5000000
Bilyet Giro PT. G
7.500.000,00
(-) 7500000

(+) 7500000
Bilyet Giro PT. K
7.500.000,00

(-) 7500000
(+) 7500000
Cek Tn. Misro
6.000.000,00

(+) 6000000
(-) 6000000
Bilyet Giro PT. H
5.500.000,00

(-) 5500000
(+) 5500000
Jumlah

-7.500.000,00
-7.000.000,00
14.500.000,00
Cek Tn. Said
4.000.000,00
(-) 4000000
(+) 4000000

Cek Nn. Tethi
5.500.000,00
(-) 5500000
(+) 5500000

Bilyet Giro PT. Q
3.000.000,00
(+) 3000000
(-) 3000000

Bilyet Giro PT. T
7.500.000,00
(+) 7500000
(-) 7500000

Bilyet Giro PT. V
6.500.000,00
(+) 6500000

(-) 6500000
Cek Ny. Liu Kim Hwa
4.000.000,00
(-) 4000000

(+) 4000000
Bilyet Giro PT. S
5.500.000,00
(+) 5500000

(-) 5500000
Jumlah

9.000.000,00
-1.000.000,00
-8.000.000,00
Cek Nn. Nia
5.500.000,00

(+) 5500000
(-) 5500000
Bilyet Giro PT. B
3.000.000,00

(-) 3000000
(+)3000000
Bilyet Giro PT. M
7.500.000,00

(-) 7500000
(+) 7500000
Bilyet Giro PT. J
6.500.000,00
(+) 6500000
(-) 6500000

Cek Ny. Yati
6.000.000,00
(-) 6000000
(+) 6000000

Jumlah

500.000,00
-5.500.000,00
5.000.000,00
Jumlah Keseluruhan
2.000.000,00
-13.500.000,00
11.500.000,00


Jurnal :
Kliring antara Bank Yengki, Bank Zinta Ke Bank Jerry
Cek Tn Ali Pada Bank Yengki
Pada saat terima cek dari nasabah Bank Jerry
Warkat Kliring                                    Rp. 5.000.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 5.000.000
Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan rekening Warkat Kliring.
B I – Giro                                            Rp. 5.000.000
Warkat Kliring                                                Rp. 5.000.000
Transaksi tersebut dapat saja di catat secara langsung pada saat dinyatakan Kliring berhasil
B I – Giro                                            Rp. 5.000.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 5.000.000
Cek Tn Ali pada Bank Jerry
Pada saat menerima warkat nasabahnya sendiri (Tn. Ali) akan membebankan rekening Tn. Ali dengan jurnal sbb :
Giro – Rek. Tn. Ali                             Rp. 5.000.000
B I – Giro                                            Rp. 5.000.000

Bilyet Giro PT.L
Pada bank Yengki
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.L
Giro – PT.L                             Rp. 5.000.000
B I – Giro                                            Rp. 5.000.000
Pada bank Jerry
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                            Rp. 5.000.000
Giro – Nasabah penerima B/G            Rp. 5.000.000

Bilyet Giro PT.G
Pada bank Yengki
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.G
Giro – PT.G                            Rp. 7.500.000
B I – Giro                                            Rp. 7.500.000
Pada bank Jerry
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                Rp. 7.500.000
Giro - Nasabah penerima B/G             Rp. 7.500.000

Bilyet Giro PT.K
Pada bank Zinta
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.K
Giro – PT.G                            Rp. 7.500.000
B I – Giro                                            Rp. 7.500.000
Pada bank Jerry
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                Rp. 7.500.000
Giro - Nasabah penerima B/G             Rp. 7.500.000


Cek Tn Misro
Pada Bank Zinta
Pada saat terima cek dari nasabah Bank Jerry
Warkat Kliring                        Rp. 6.000.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 6.000.000
Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan rekening Warkat Kliring.
B I – Giro                                            Rp. 6.000.000
Warkat Kliring                                                Rp. 6.000.000
Transaksi tersebut dapat saja di catat secara langsung pada saat dinyatakan Kliring berhasil
B I – Giro                                            Rp. 6.000.000
Giro – Rek penerima cek                                Rp. 6.000.000
Pada Bank Jerry
Pada saat menerima warkat nasabahnya sendiri (Tn. Misro) akan membebankan rekening Tn. Misro dengan jurnal sbb :
Giro – Rek. Tn. Ali                             Rp. 6.000.000
B I – Giro                                            Rp. 6.000.000

Bilyet Giro PT.H
Pada bank Zinta
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.H
Giro – PT.H                            Rp. 5.500.000
B I – Giro                                            Rp. 5.500.000
Pada bank Jerry
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                Rp. 5.500.000
Giro - Nasabah penerima B/G             Rp. 5.500.000

Kliring antara Bank Zinta, Bank Jerry ke Bank Yengki,
Cek Tn Said
Pada Bank Zinta
Pada saat terima cek dari nasabah Bank Yengki
Warkat Kliring                        Rp. 4.000.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 4.000.000
Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan rekening Warkat Kliring.
B I – Giro                                Rp. 4.000.000
Warkat Kliring                                                Rp. 4.000.000
Transaksi tersebut dapat saja di catat secara langsung pada saat dinyatakan Kliring berhasil
B I – Giro                                Rp. 4.000.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 4.000.000
Pada Bank Yengki
Pada saat menerima warkat nasabahnya sendiri (Tn. Said) akan membebankan rekening Tn. Said dengan jurnal sbb :
Giro – Rek. Tn. Said               Rp. 4.000.000
B I – Giro                                                        Rp. 4.000.000

Cek Nn Tethi
Pada Bank Zinta
Pada saat terima cek dari nasabah Bank Yengki
Warkat Kliring                                    Rp. 5.500.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 5.500.000
Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan rekening Warkat Kliring.
B I – Giro                                Rp. 5.500.000
Warkat Kliring                                    Rp. 5.500.000
Transaksi tersebut dapat saja di catat secara langsung pada saat dinyatakan Kliring berhasil
B I – Giro                                Rp. 5.500.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 5.500.000
Pada Bank Yengki
Pada saat menerima warkat nasabahnya sendiri (Nn Tethi) akan membebankan rekening Nn Tethi dengan jurnal sbb :
Giro – Rek. Tn. Said               Rp. 5.500.000
B I – Giro                                            Rp. 5.500.000

Bilyet Giro PT.Q
Pada bank Zinta
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.Q
Giro – PT.H                            Rp. 3.000.000
B I – Giro                                            Rp. 3.000.000
Pada bank Yengki
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                Rp. 3.000.000
Giro - Nasabah penerima B/G             Rp. 3.000.000

Bilyet Giro PT.T
Pada bank Zinta
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.T
Giro – PT.T                             Rp. 7.500.000
B I – Giro                                            Rp. 7.500.000
Pada bank Yengki
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                Rp. 7.500.000
Giro - Nasabah penerima B/G             Rp. 7.500.000


Bilyet Giro PT.V
Pada bank Jerry
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.V
Giro – PT.T                             Rp. 6.500.000
B I – Giro                                            Rp. 6.500.000
Pada bank Yengki
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                Rp. 6.500.000
Giro - Nasabah penerima B/G             Rp. 6.500.000

Cek Nn Liu Kim Hwa
Pada Bank Jerry
Pada saat terima cek dari nasabah Bank Yengki
Warkat Kliring                        Rp. 4.000.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 4.000.000
Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan rekening Warkat Kliring.
B I – Giro                                Rp. 4.000.000
Warkat Kliring                                    Rp. 4.000.000
Transaksi tersebut dapat saja di catat secara langsung pada saat dinyatakan Kliring berhasil
B I – Giro                                Rp. 4.000.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 4.000.000
Pada Bank Yengki
Pada saat menerima warkat nasabahnya sendiri (Nn Liu Kim Hwa) akan membebankan rekening Nn Liu Kim Hwa dengan jurnal sbb :
Giro – Rek. Liu Kim Hwa      Rp. 4.000.000
B I – Giro                                            Rp. 4.000.000

Bilyet Giro PT.S
Pada bank Jerry
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.S
Giro – PT.T                             Rp. 5.500.000
B I – Giro                                            Rp. 5.500.000

Pada bank Yengki
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                Rp. 5.500.000
Giro - Nasabah penerima B/G             Rp. 5.500.000

Kliring antara Bank Jerry, Bank Yengki ke Bank Zinta,
Cek Tn Said
Pada Bank Jerry
Pada saat terima cek dari nasabah Bank Zinta
Warkat Kliring                        Rp. 5.500.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 5.500.000
Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan rekening Warkat Kliring.
B I – Giro                                Rp. 5.500.000
Warkat Kliring                                    Rp. 5.500.000
Transaksi tersebut dapat saja di catat secara langsung pada saat dinyatakan Kliring berhasil
B I – Giro                                Rp. 5.500.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 5.500.000
Pada Bank Zinta
Pada saat menerima warkat nasabahnya sendiri (Nn Nia) akan membebankan rekening Nn Nia dengan jurnal sbb :
Giro – Rek. Nn Nia                 Rp. 5.500.000
B I – Giro                                            Rp. 5.500.000

Bilyet Giro PT.B
Pada bank Jerry
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.B
Giro – PT.B                             Rp. 3.000.000
B I – Giro                                            Rp. 3.000.000

Pada bank Zinta
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                Rp. 3.000.000
Giro - Nasabah penerima B/G             Rp. 3.000.000
Bilyet Giro PT.M
Pada bank Jerry
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.M
Giro – PT.M                            Rp. 7.500.000
B I – Giro                                            Rp. 7.500.000
Pada bank Zinta
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                Rp. 7.500.000
Giro - Nasabah penerima B/G             Rp. 7.500.000

Bilyet Giro PT.J
Pada bank Yengki
Pada saat menerima amanat dan warkat dari PT.J
Giro – PT.J                              Rp. 6.500.000
B I – Giro                                            Rp. 6.500.000
Pada bank Zinta
Pada saat menerima warkat
B I – Giro                                Rp. 6.500.000
Giro - Nasabah penerima B/G             Rp. 6.500.000

Cek Nn Yati
Pada Bank Yengki
Pada saat terima cek dari nasabah Bank Zinta
Warkat Kliring                        Rp. 6.000.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 6.000.000
Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan rekening Warkat Kliring.
B I – Giro                                Rp. 6.000.000
Warkat Kliring                                    Rp. 6.000.000
Transaksi tersebut dapat saja di catat secara langsung pada saat dinyatakan Kliring berhasil
B I – Giro                                Rp. 6.000.000
Giro – Rek penerima cek                    Rp. 6.000.000


Pada Bank Zinta
Pada saat menerima warkat nasabahnya sendiri (Nn Yati) akan membebankan rekening Nn Yati dengan jurnal sbb :
Giro – Rek. Nn Yati               Rp. 6.000.000
B I – Giro                                            Rp. 6.000.000













 SD       = Rp 70.000.000 + Rp 22.000.000 + Rp 41.000.000 + Rp 1.500.000 (saldo Awal)
            = Rp 133.000.000
DP       = Rp 0
TD       = Rp 5.000.000 + Rp 250.000.000 (saldo awal)
            = Rp 255.000.000
DD      = Rp 148.000.000 + Rp 750.000.000 (saldo awal)
            = Rp 898.000.000
OF       = Rp 500.000.000 + Rp 150.000.000 + Rp 350.000.000
            = Rp 1.000.000.000
TIP      = Rp 787.235 + Rp 345.890 + Rp 349.459 + Rp 685.610
            = Rp 2.168.194

COF    = 
2,168,194
133.000.000 + 5.000.000 +148.000.000
            =          0.76%
COF ini merupakan COF yang terjadi di Bulan Januari saja (Per Bulan) , misalnya dengan asumsi bahwa pola seperti ini terus digunakan sampai akhir tahun maka secara umum tingkat COF tahunan akan menjadi = 0.76% x 12 bulan = 9.11%
Berdasarkan Perhitungan COF tersebut maka diasumsikan Bank Jerry menetapkan spread atau % profit margin sebesar 3% maka suku bunga Pinjaman akan menjadi sebesar 12.11%.

Maka nilai dari Pendapatan yang akan diraih oleh Bank Jerry adalah :
Perhitungan Bunga R/K pada BI, seperti yang tercantum PBI No 10/19/PBI/2008 yang mengenai Giro Wajib Minimum sebesar 7.5% dari Dana Pihak Ketiga, sehingga GWM Bank Jerry pada bulan Januari 2010 adalah sebesar
= 7.5% x (jumlah Giro+jumlah Tabungan+Jumlah Deposito)
= 7.5% x (Rp 750.000.000 + Rp 1.500.000.000 + Rp 250.000.000)
= Rp 187.500.000
Sehingga tidak terdapat kelebihan Giro Bank Jerry pada BI yang akan mendapat bunga dari BI tetapi malah Bank Jerry mengalami kekurangan dalam Giro Wajib Minimun yang seseuai dengan regulasi BI.
Perhitungan keseluruhan pendapatan yang akan diraih Bank Jerry Jogja :
(asumsi bahwa bunga yang dibebankan pada Kredit Investasi, Kredit Konsumsi, KUK dan Pinjaman Call Money adalah sama besarnya yaitu menggunakan 12.11%)
= 12.11% x (jumlah Kredit Investasi+Kredit Konsumsi+KUK)
= 12.11% x (Rp 750.000.000 + Rp 1.250.000.000 + Rp 200.000.000 + Rp 250.000.000)
= Rp 296.695.000 per tahun
= Rp 24.724.583 per bulan

Perhitungan Interest Base Income :
= (Total pendapatan bunga/total income) x 100%